Permainan Traditional di Indonesia Harus lestarikan : Berikut !

Jakarta – Permainan Traditional Indonesia telah jarang dimainkan oleh anak-anak, karena mereka lebih sering menggunakan gadget daripada bermain dengan teman sebayanya. Beragam permainan tradisional yang bertujuan untuk melatih kekompakan, kebersamaan, dan saling menghargai mulai hilang satu persatu.

Eksistensi Permainan Traditional yang mulai hilang dari kehidupan, sudah semestinya dilestarikan bagi anak muda dan slot777 login dikenalkan kepada anak-anak di lingkungan sekitar, sebab peninggalan warisan nenek moyang ini tidak ternilai harganya. Untuk itu, mari ketahui 11 permainan tradisional di Indonesia berikut ini.

1. Gobak Sodor

Permainan yang dibagi menjadi dua kelompok, yakni setiap kelompok memiliki anggota paling sedikit tiga orang disebut sebagai gobak sodor. Permainan ini terbagi dengan satu kelompok bertugas sebagai penjaga kotak atau daerah, sementara kelompok lainnya bertugas sebagai penyerang yang harus mampu melewati daerah tanpa menyentuh anggota kelompok penjaga. Menariknya, kelompok penjaga juga berusaha untuk menangkap kelompok penyerang dan kelompok penyerang berusaha menghindarinya.

2. Kelereng

Permaianan anak-anak dengan menggunakan bola kaca ini sangat populer pada masanya. Bahkan bola-bola kaca menjadi koleksi karena dianggap unik dan jagoan. Bermain kelereng bisa dilakukan dengan cara membuat garis atau gambar kotak lintasan, kemudian meletakkan beberapa kelereng dan menyentilkan satu kelereng hingga kelereng lainnya keluar dari lintasan, dan berubah menjadi miliknya.

3. Bermain Layang-layang

Saat memasuki musim kemarau dan berangin memang paling cocok bermain layang-layang. Layangan ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki. Tapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa pun kerap memainkannya.

Kini layangan tidak hanya berbentuk kotak biasa, tapi juga bentuknya burung, naga, hingga perahu. Permainan layang-layang akan membuat anak-anak saling berusaha untuk menerbangkan layangannya setinggi mungkin.

4. Lompat Tali Karet

Lompat tali adalah permainan asal Eropa yang dibawa ke Indonesia dengan minimal pemain sebanyak tiga orang, kemudian dua pemain membentangkan tali dan memegangnya, sementara satunya melompati tali dan harus berhasil melewati tali tersebut tanpa menyentuhnya. Tinggi tali diatur mulai dari seperut, sedada, hingga di atas kepala, apabila gagal melewatinya maka harus berganti pemain untuk memegang tali tersebut.

5. Engklek

Berlatih menjaga kestabilan dapat dilakukan dengan bermain engklek yakni permainan membentuk huruf L, kincir angin, dan gunung, dengan cara melempar koin ke kotak terdekat, kemudian melompati setiap petak tanpa boleh menginjak koin tersebut. Setelahnya, pemain kembali ke garis awal dan mengambil koin, lalu melempar koin ke kotak berikutnya.

error: Content is protected !!